Kamis, 16 Juni 2016

Kisah Perlakuan Kasar


MENGAPA BERLAKU KASAR?

Suatu hari, di stasiun Gambir, seorang lelaki muda memarahi seorang kakek dg kata2 kasar.

Sang Kakek mendengarkannya dg sabar, tenang, tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki.

Setelah itu, Kakek bertanya kpdnya,
"Mas, jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab lelaki itu.

”Begitu pula dg kata2 kasarmu,” sambung Kakek.
”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu milikmu. Kamu harus menelannya sendiri.
Aku khawatir saja kalau nanti kamu harus menanggung akibatnya, karena kata2 kasar hanya akan membuahkan penderitaan.
Sama spt org yg ingin mengotori langit dg meludahinya,
Ludahnya pasti akan jatuh mengotori wajahnya sendiri...”

*
Saudaraku...

Bila tak mungkin memberi, jangan mengambil...
Bila mampu mengasihi, jangan membenci...
Bila tak bisa menghibur, jangan membuatnya sedih...
Bila tak biasa memuji, jangan menghujat...
Bila tak rela menghargai, jangan menghina...
Bila tak suka bersahabat, jangan berusaha...

Ingat...
Bunga yg tak akan pernah layu dimuka bumi ini adalah "kesantunan"...





Love islam

Inilah Sunnah Nabi Saw Saat Makan Sahur

•AHLI Kitab pun berpuasa. Namun yang membedakan Ahli Kitab dengan kaum Muslimin adalah makan sahur. Karena makan sahur merupakan syiar ibadah puasa kaum muslimin. Rasulullah Saw bepesan kepada umatnya agar tidak meninggalkan makan sahur meski hanya dengan seteguk air.

•Mau tahu, apa saja keutamaan makan sahur ? Berikut penjelasakannya :
Pertama, makan sahur itu berkah. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya makan sahur itu itu berkah yang Allah berikan untukmu, maka janganlah engkau meninggalkannya.” (HR. An-Nasaa’i dan Ahmad).

•Dalam hadits yang lain, dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda: ”Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari).

Kedua, Allah dan para malaikat bershalawat atas orang yang bersahur. Shalawat Allah atas orang-orang yang makan sahur adalah pujian-Nya kepada mereka, dan shalawat malaikat adalah doa dan istighfar malaikat untuk mereka.

•Rasulullah Saw bersabda : “Sahur merupakan makanan yang penuh berkaj, maka janganlah meninggalkannya, meskipun hanya dengan meminum seteguh air. Karena sesungguhnya Allah Swt dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang makan sahur.”

•Lawanlah rasa kantuk dan sikap bermalas-malasan untuk bangun dan makan di waktu sahur, mengingat ada keberkahan di dalamnya. Bangunkan ayah, bunda, kakak, adik kecil, kakek, nenek dan saudara lainya.

•Ada beberapa sunnah Nabi saat makan sahur, diantaranya, dianjurkan agar bersahur dengan memakan kurma. Itulah seutama-utama makanan sahur bagi orang mukmin. Seperti sabda Rasullah Saw: “Makan sahur yang paling baik bagi orang mukmin adalah kurma.” (HR. Abu Dawud).

•Jika tidak ada kurma atau makanan lainnya yang tersedia, maka cukup dengan meminum seteguk air. Terpenting, jangan mubadzir dan berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas, sebagai firman Allah : “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raa : 31).

•Satu hal, Rasulullah Saw selalu mengakhiri waktu sahurnya hingga mendekati waktu terbit fajar, jarak antara selesai makan sahur dengan shalat Fajar. Zaid bin Tsabit menceritakan, ia pernah makan sahur bersama Rasulullah Saw, Anas bin Malik bertanya kepadanya: “Berapa jarah antara adzan fajar dengan makan sahur ?” Beliau menjawab : “Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat”. (Muttafaqun ‘Alaihi).

•Doa Diijabah di Waktu Sahur
Semoga kita tidak menyia-nyiakan waktu sahur yang penuh berkah. Seusai makan sahur, sempatkan diri untuk shalat sunnah dan melanjutkan dengan tadarus atau zikir dan beristighfar. Allah berfirman : “Orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran : 17).

•“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758).

•Imam Nawawi berkata, “Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan juga nikmat semakin sempurna kala itu.” Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Doa dan istighfar di waktu sahur adalah diijabahi (dikabulkan).” (Fathul Bari, 3 : 32).

•Rasulullah Saw bersabda : “Rabb kami Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiga malam terakhir. Dia berfirman : siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku maka Aku akan beri permintaannya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku niscaya Aku ampuni dia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
sc: Islampos

Selasa, 14 Juni 2016

12 Fakta Bilal Bin Rabbah

12 Fakta tentang Bilal bin Rabbah

KULITNYA hitam. Dan ia asalnya seorang budak. Namun kemudian ia menjadi salah satu sahabat Rasul yang mempunyai keutamaan. Berikut adalah fakta-fakta soal Bilal bin Rabbah yang dikumpulkan dari berbagai sumber:

1. Namanya adalah Bilal bin Rabah. Lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam).

2. Bilal dibesarkan di kota Ummul Qura (Makah) sebagai seorang budak milik keluarga bani Abdud-dar. Saat ayah mereka meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf, seorang tokoh penting kaum kafir Quraisy.

3. Bilal termasuk orang-orang pertama yang memeluk Islam, sesaat setelah Ummul Mu’minin Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, ‘Ammar bin Yasir bersama ibunya, Sumayyah, Shuhaib ar-Rumi, dan al-Miqdad bin al-Aswad.

4. Orang Quraisy yang paling banyak menyiksa Bilal adalah Umayyah bin Khalaf bersama para algojonya. Mereka menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”

5. Bilal dimerdekakan oleh Abu Bakar. Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.

Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”

Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.”

Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.”

Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”

6. Di Madinah setelah hijrah, Bilal tinggal satu rumah dengan Abu Bakar dan ‘Amir bin Fihr.

7. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan adzan, maka Bilal ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan adzan (muadzin) dalam sejarah Islam.

8. Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan….)” Lalu, ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.

9. Suatu ketika, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar ibnul Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu ke mana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat ‘id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa’ (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.

10. Bilal menyertai Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Badar. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah memenuhi janji-Nya dan menolong tentara-Nya. Ia juga melihat langsung tewasnya para pembesar Quraisy yang pernah menyiksanya dengan hebat. Ia melihat Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf tersungkur berkalang tanah ditembus pedang kaum muslimin dan darahnya mengalir deras karena tusukan tombak orang-orang yang mereka siksa dahulu.

11. Sejak kepergian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, Bilal hanya sanggup mengumandangkan adzan selama tiga hari saja. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.

12. Bilal tinggal di Damaskus hingga wafat.